The first impression

Yakinlah!

 

Office

Apa yang kalian rasakan ketika melihat nama kalian berada di antara para pemenang yang lulus sekolah idamanmu?

Mungkin kalian akan loncat ataupun teriak tak karuan, atau ada juga yang tak henti berkata “ini asli gak ya”. Hal inilah  yang pernah aku rasakan, namun tak sealay itu.  ketika mengetahui namaku yang tertera di daftar itu hanya syukur dan decak kaget yang ekspresikan. Oke cukup intro.

SMA Negeri Sumatera Selatan itulah nama sekolah tempatku ditempa sekarang bersama dengan intake yang dipenuhi dengan orang-orang yang unik bersama merekalah aku makan, tidur, shalat, ataupun ke sekolah karena memang ini sekolah berasrama. Lalu kalian tahu tidak

apa yang ku rasakan waktu pertama kali ketika aku menginjakan kaki di sekolah ini. Ya, rasa bangga tentunya, namun aku tak merasakan hal yang sama ketika aku melaksanakan orientasi siswa. Rasanya dunia ini ibarat di padang tandus, mungkin inilah yang aku rasakn pertama kali ketika merasakan sensasi sekolah ini dengan kedisiplinannya.

Tidak hanya itu rasa ingin pulang juga pernah hinggap di hatiku. Mungkin itu effect pertama jauh dari keluarga dalam jangka waktu panjang. Makanya, jangan heran kalau anak asrama banyak yang baperan. Kalau mau diungkit cerita disini tak akan habis walaupun aku baru menjadi siswa kelas sepuluh, ya, bisa dibilang paling junior. Tapi, aku baru sadar kalau sekolah ini yang terbaik karena disini aku dicetak untuk menjadi pemimpin. Pertama melihat sistem sekolah disini agak susah dan ribet. Tapi percayalah hal itu hanya pahit diawal kok dan kalian akan meraskan manisnya ketika menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan tulus karena semuanya akan menjadi mudah. Terus… hari pertama belajar disini perasaanku berkata ini sekolah yang paling sibuk seumur hidupku. sekolah kalau dipikir memang seperti itu ya namanya juga sekolah menengah atas pasti atasan juga tingkat kesulitanya.

Tapi guys, jangan risau dan bimbang ketika kalian mengalami hal yang sama hanya yakinkan kalau kalian itu bisa. Hal yang datang ke kalian perrtama kali itu hanya sebatas penguji seberapa besar keinginan kalian. Ketika kalian percaya kalian bisa apapun itu kalian bisa lewati, tapi jangan sombong teruslah berdoa karena di atas kalian ada zat yang lebih besar dan tentunya lebih agung yang tak bisa kalian tandingi walaupun kalian bisa melakukan apapu yaitu Allah swt. yang telah menciptakan hati yang tangguh seperti kalian. Satu motto yang tertancap kuat di jiwaku yang selalu temanku katakan ketika ku letih adalah I BELIEVE I CAN.

index

 

Iklan

Belajar Cara Membuat Tabel di MS Word

ada yang  mau tahu bagaimana cara membuat table. mari kita berbagi:

Sebenarnya hanya ada 3 langkah untuk menyelesaikan pekerjaan mudah seperti ini, dan yang susah sebenarnya hanya mengisi datanya saja, apalagi jika harus membuatnya berlembar-lembar. Tentu akan butuh waktu semalaman untuk menyelesaikannya. Berikut prosesnya:

1. Klik Insert di bagian menu Bar (menu deretan kedua)

2. Klik icon “Table” di deretan ke empat.

cara membuat tabel di ms word

3. (perhatikan gambar di atas) Lewatkan kursor di bagian atas kolom-kolom kecil yang muncul (tapi jangan diklik). Tarik ke samping untuk menambah kolom atau tarik ke bawah untuk menambah baris, tapi jangan di klik dulu. Setelah jumlah kolom dan barisnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, maka barulah diklik. Sampai disini anda sudah berhasil membuatnya, tinggal lanjut ke pengaturannya di bawah.

 

Mengatur Lebar Tabel dan Bagian Lainnya

Lebar tabel maksudnya di sini adalah kolom dan barisnya. Jika kita mau melakukannnya secara manual dan hanya pada beberapa saja maka cara ini dilakukan, kecuali jika ingin melakukan pengaturan massal maka lain lagi caranya.

1. Pertama, bawa atau angkat kursor tepat di atas garis hingga muncul tanda seperti tanda panah yang saling bertolak belakang, seperti gambar di bawah:

atur lebar kolom dan baris tabel

2. Setelah tanda di atas muncul barulah klik sekali dan tahan sambil digeser ke samping untuk kolomnya atau geser ke bawah jika barisnya yang mau dibuat lebih lebar atau lebih sempit, tapi penempatan kursornya awalnya harus di atas garis baris, bukan garis kolom.

Adapun cara lain mengatur lebar kolomnya adalah dengan cara :

1. Blok dulu kolom yang mau dirubah. Cara bloknya dengan mengarahkan kursor di atas kolom hingga muncul tanda panah hitam kecil, lalu klik hingga tampak biru bagian dalam kolomnya, seperti gambar di bawah :

merubah lebar kolom tabel semua secara langsung

2. Setelah tampak biru seperti di atas (atau kursor ada dalam kolom) , selanjutnya klik “Table Tools” lalu pilih menu “Layout” (dan berikutnya tinggal isi angka pada “Height” untuk tinggi barisnya dan “Width” untuk lebar kolomnya. (Ingat! Menu ini baru akan muncul kalau kamu blok tabelnya tau menempatkan kursornya dalam tabel. Letaknya di paling kanan dari deretan menu Home). Perhatikan gambanya:

layout tabel
Masalah yang sering timbul saat mengelola Table

Saat membuat tabel ada saja persoalan yang timbul, mulai dari tulisan yang tidak bisa center, posisi tabel yang tidak bisa dipindah dan masih banyak lagi yang kadang membuat kita tidak puas dengan hasil akhirnya. Berikut solusinya:

  1. Tulisan dalam baris atau kolom tidak bisa rata tengah : Untuk masalah seperti ini maka sebaiknya saat pertama kali menulis dalam tabel jangan diatur dulu letaknya, apakah itu tengah, kiri atau kanan. Biarkan semua selesai dulu baru di-edit, karena jika tidak, terkadang selanjutnya sulit ditata. Adapun caranya cukup blok semua bagian yang akan diatur lalu klik kanan dan pada “Cell Alignment” tinggal pilih posisi yang diinginkan.
  2. Bagaimana cara menambah baris? – Caranya mudah sekali, klik di bagian pojok kanan tabel atau pada sebelah kanan luar baris terakhir lalu tekanEnter‘. Maka secara otomatis barisnya akan bertambah dan jumlah kolomnya menyesuaikan dengan yang di atasnya. Atau bisa juga dengan cara letakkan dulu kursor di baris terakhir atau pada baris yang ingin disisipi baris baru kemudian klik kanan lalu pilih ‘Insert’ >>’ Insert Rows Below’
  3. Menambah kolom – Sama dengan di atas, yaitu klik pada kolomnya dulu lalu klik kanan dan pilih Insert >> Insert Colums to the left (untuk menambah kolom di samping kiri) atau Insert Colums to the right (menambah kolom di samping kanan)
  4. Menghapus kolom atau baris – Caranya sama dengan kalau menambah hanya saja kita pilih menu delete. Pertama letakkan dulu kursor di kolom yang akan dihapus lalu klik kanan dan pilih ‘Delete Cells‘ lalu pilih salah satunya, yakni Delete Entire Row (menghapus baris yang diblok) atau Delete entire Colum (menghapus kolom yang diblok)

Gampang kan, selamat mencoba.

Waw! hanya di Indonesia

Hal ini yang unik dari pendidikan kita.

 

1. Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional

Penetapan tanggal 2 Mei sebagai hari Pendidikan Nasional dilakukan pada tahun 1959, demi mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, yang juga mendapat gelar Bapak Pendidikan Nasional. Tapi tahukah anda, kalau peringatan Hari Pendidikan Nasional baru berlangsung secara efektif pada tahun 1967 pada masa pemerintahan Soeharto.

2. Kurikulum di Indonesia telah berganti-ganti sebanyak 9 kali

Sejak tahun 1947, Indonesia telah mengganti kurikulum pendidikannya sebanyak 9 kali. Mulai dari kurikulum 1947 (Rentjana Pelajaran 1947), Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952), Kuriklum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999, Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013.

3. Pendidikan Indonesia pernah menjadi kiblat untuk pendidikan di Malaysia

Pada tahun 1960-1970an, Indonesia pernah mengirimkan guru-guru ke Malaysia karena Malaysia tidak memiliki banyak guru yang berkualitas. Malaysia bahkan mengirimkan putra-putri terbaik mereka untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

4. UN 2015 bukan faktor penentu kelulusan

Pada awal tahun 2015 ini, Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, mengabarkan bahwa Ujian Nasional kali ini tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan.

5. Tahun pertama Indonesia mengadakan UN secara online

Setelah sebelumnya pemerintah Indonesia mengadakan tes CPNS berbasis komputer, kini ujian nasional pun akan digelar secara online. Kelebihan dari sistem komputerisasi UN ini adalah para siswa dapat langsung mengetahui nilai mereka setelah mereka selesai mengerjakan soal-soal.

6. Siswa paling bahagia

Seperti yang dilansir situs litbang.kemdikbud.go.id, pada tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat 64 dari 65 negara yang disurvey oleh PISA mengenai prestasi literasi membaca, matematika dan sains. Cukup miris, bukan? Tetapi ada satu hal yang menghibur, yaitu menurut survey kebahagiaan yang juga dilakukan oleh PISA, siswa di Indonesia termasuk yang paling bahagia dibanding siswa di negara-negara yang lain.

Efektif untuk Aktif

Susah menghapal ataupun memahami. jangan risau itu karena teman-teman belum mendapatkan cara belajar yang sesuai dengan teman-teman. ini ada beberapa tips mungkin ini satu dari cara efektif temen-temen untuk belajar.

1. Menandai bagian penting

Teknik menandai bagian paling penting dari apa yang sudah kita baca ini adalah salah satu tips belajar paling sederhana dan banyak dipakai. Baca teks dengan komprehensif terlebih dahulu, kemudian tandai kata-kata kunci atau kalimat utama. Dengan begitu, kita bisa mengolah informasi tersebut dengan kata-kata sendiri saat dibutuhkan.

2. Buatlah catatan

Pada dasarnya tujuan mencatat adalah untuk meringkas bahan kuliah atau artikel dalam kata-kata sendiri, sehingga dapat dengan mudah mengingat hasil pemikiran yang ditulis. Kuncinya adalah meringkas konten secepat mungkin sementara tidak meninggalkan informasi yang penting. Kita bisa membuat catatan di secarik kertas, di bagian belakang buku teks atau menggunakan smartphone. Demikian seperti dinukil dari Exam Time, Jumat (13/2/2015).

3. Pemetaan pikiran

Keuntungan dari pemetaan pikiran atau mind map adalah kita dapat menghemat banyak waktu belajar dan lebih memperkuat pengetahuan untuk ujian. Peta pikiran adalah alat yang sangat serbaguna. Ia dapat digunakan untuk berdebat, menguraikan esai atau topik penelitian dan untuk persiapan ujian umum.

Bila sudah terbiasa, kemampuan kita dalam membuat peta pikiran akan semakin cepat dan mudah, sehingga metode ini akan menjadi alat yang ideal untuk menghadapi ujian.

 4. Flashcards

Metode flashcards adalah metode yang sangat efektif untuk belajar ketika kita mencoba untuk mencerna berbagai fakta, tanggal, formula atau kosa kata. Mata pelajaran seperti Sejarah, Fisika, Matematika, Kimia, Geografi atau bahasa apa pun akan lebih mudah dipelajari mengunakan flashcards.

5. Studi Kasus

 Studi kasus dapat membantu kita memvisualisasikan teori dan menempatkannya dalam konteks yang lebih familiar dan realistis. Studi kasus biasa digunakan untuk memahami implikasi dari beberapa teori. Hal ini sangat berguna dalam mata pelajaran bisnis atau hukum. Dengan cara ini kita dapat lebih memahami penerapan teori dan apakah teori itu benar-benar menyatakan tesis.

6. Kuis

Metode kuis menanyakan kembali materi yang sudah kita pelajari. Ini adalah cara yang baik untuk mereviu kembali ke catatan studi dalam beberapa minggu dan hari sebelum ujian. Kuis dapat menunjukkan di mana letak kekuatan dan kelemahan kita sehingga memungkinkan kita untuk memfokuskan belajar agar lebih tepat. Metode kuis bisa dilakukan dapat melakukannya secara berkelompok dengan teman atau dengan keluarga.

7. Brainstorming

 Ini adalah teknik belajar lain yang ideal untuk dilakukan bersama teman-teman atau teman sekelas. Brainstorming adalah cara yang bagus untuk memperluas setiap ide yang mungkin keluar dari topik apa pun. Tidak ada jawaban yang salah saat melakukan brainstorming, yang dilakukan hanya berargumen dan menangkap ide-ide, sehingga kita dapat meninjau jawaban-jawaban itu sesudahnya.

8. Mnemonic

 Teknik mnemonic sudah dikenal sejak zaman Yunani dan Romawi kuno dan masih digunakan hingga sekarang. Mnemonic adalah teknik untuk memudahkan mengingat suatu konsep dengan mengasosiasikannya dengan konsep lain yang lebih familiar bagi kita. Ada banyak cara untuk menerapkan metode mnemonic dan ini tergantung dari kreativitas seseorang.

Contoh mnemonic yang paling populer adalah pengucapan “Mejikuhibiniu” (Merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Nila-Ungu) yang digunakan untuk menghafalkan warna pelangi.

9. Mengatur waktu belajar

 Proses belajar akan lebih tertata dengan jadwal belajar. Jadwal studi memberikan kita gambaran waktu dan tujuan yang harus dicapai. Banyak aplikasi online gratis yang berguna untuk mengatur jadwal belajar menjadi jauh lebih mudah.

10. Menggambar

Banyak orang merasa lebih mudah untuk mengingat gambar daripada teks. Itulah sebabnya mereka lebih mampu menghafal konsep jika diilustrasikan dengan foto atau gambar.

Selamat belajar!

Potret Pendidikan

Membangun pendidikan Karakter dalam pembentukan kualitas diri seseorang harus dimulai dari awal. Peran penting dalam hal ini adalah semua orang (diri-sendiri, orang-orang dekat disekitar) dan instistusi yang bergerak dalam ranah pendidikan baik formal maupun non formal. Mengacu pada Tema Oikos edisi kali ini, maka sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan. Diharapkan Pendidikan diterapkan secara menyeluruh baik intelektual maupun kepribadian (character building). Pada kenyataannya, dengan system pendidkan dan kurikulum yang berlaku, maka pendidikan dewasa ini lebih mengedepankan intelektual bila dibandingkan dengan pembentukan kepribadian peserta didik. Pendidik lebih mengutamakan target kurikulum (materi pelajaran). Mengejar nilai ujian yang tinggi (mengacu pada standar UN), dengan berprinsip yang penting materi pelajaran selesai sebelum ujian. Tetapi pendidikan yang mengacu pada mendewasakan menjadi terabaikan. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi dan perlu mendapat tanggapan dan penyelesaian, baik dari dalam diri, peran serta dari orang lain, institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan (formal dan non formal).

Pembiasaan sejak dini

Belajar dari kebiasaan – kebiasaan sejak kecil dari rumah. Bagaimana cara makan – minum ( ibu memberi ASI, menyuap bubur, memberi minuman ), mengajar anak untuk mulai berbicara, misalnya menyebut bapak dan mama. Mengajar untuk berjalan, ketika sudah mulai mengenal benda – benda di sekitar, menyuruh untuk membuang sampah, dan masih banyak kebiasaan – kebiasaan kecil lainnya yang sudah ditanamkan sejak dini. Dari contoh – contoh ini, sudah dimulai dari dini, suatu pendidikan non formal, sehingga hal – hal ini, seperti cara makan tidak diajarkan kembali di sekolah. Dengan pembiasaan, maka akan tertanam dalam diri, apa yang dapat mengembangkan dan menumbuhkan pribadi seseorang. Anak yang belum bisa mengerti dan berbicara, ia lebih menggunakan sebagian indera – inderanya, misalnya penglihatan, perabaan, pendengaran, dimana dapat mempengaruhi hidupnya. Maka pada usia ini, anak lebih cepat meniru apa yang dilakukan dari pada memahami dan menangkap sesuatu dengan daya nalar dan pikirannya. Pengajaran lebih banyak bersifat praktek. Apabila dengan cukup umur dan pertumbuhan diri, daya pikir dan nalarnya mulai bekerja, pengajaran bisa dengan teori maupun praktek. Memberi pemahaman, mengingatkan untuk melakukan yang baik, mengawasi dan memberi kesadaran. Tentunya semua orang tua ingin agar anaknya bertumbuh menjadi anak yang baik dalam keluarga, masyarakat, Gereja, dan Negara. Keseimbangan dalam pertumbuhan sangat diperlukan baik Pertumbuhan fisik, intelektual dan kepribadian yang baik.

Potret pendidikan dewasa ini dan harapan

Mengejar nilai (quantitas) dan perasaan cemas bagi siswa – siswi. Seperti Ujian Nasional dengan standar nilai yang ditentukan. Mendengar beberapa pendapat dari masyarakat bahwa ada indikasi pendidikan menjadi alat politik pejabat yang bergerak dalam bidang pendidikan, demi nama baik dan gengsi. Dilakukan dengan berbagai cara untuk kepentingan pribadi dan bersama ( baca: nama daerah ). Dalilnya yaitu agar dinilai sukses di masa jabatannya dan nilai plus bagi daerah tertentu di mata daerah yang lain. Siswa-siswa yang menjadi korban adalah tingkat menengah ( SMP dan SMA / sederajat ). Sebuah pertanyaan: Bagaimana dengan penilaian akan kepribadian dalam kesuksesan itu? Kesuksesan tidak hanya diraih dengan nilai yang tinggi. Kesuksesan pun diraih dengan identitas diri ( kepribadian ) yang baik. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam hidup seseorang dan disadari bahwa sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia selama masih di dunia. Pendidikan di Negara kita beberapa tahun belakangan lebih berorientasi pada intelligence quotient (IQ) dan kurang mengembangkan aspek emotional intelligence (EQ) serta spiritual intelligence (SQ). Kurikulum dan program pengajaran lebih mengarah akan kecerdasan intelektual, mengejar materi pelajaran sampai tuntas untuk persiapan menghadapi ujian akhir. Sedangkan Program pengajaran yang berorientasi pada pembentukan kepribadian dinilai sangat kurang. Sebagai peserta didik, bukan hanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan tetapi juga pendidikan nilai-nilai dan karakter pribadi. Tolak ukurnya pada dunia kerja nyata. Ketika berada di dunia kerja, dari hasil sebuah penelitian, kesuksesan seseorang dalam bekerja ditentukan sekitar 20 % oleh hard skills (keterampilan-keterampilan keras: ilmu atau nilai akademik dan keterampilan teknis yang dimiliki) dan sekitar 80 persen oleh soft skills (keterampilan-keterampilan lunak: interpersonal skills dan intrapersonal skill; menjalin hubungan antar pribadi, berkomunikas, mendengarkan, memberi kontribusi dan umpan balik dalam rapat, memimpin, bekerja sama, berdialog memecahkan masalah, integritas, etos kerja, motivasi, kreativitas, kemandirian, dsb.*Hati Baru, Hard Skills-soft skills, P. Johanis Mangkey, MSC). Peserta didik perlu mendapat pemahaman akan hubungan pendidikan dengan hidupnya. Pendidikan yang menuju masa depan yang cerah, bahagia. Hidup yang kompleks (universal), yang mencakup berbagai aspek. Memanfaatkan keterampilan yang dimilkinya untuk membangun hidup yang bermutu. Hidup di era ini akan menghadapi banyak tantangan, yang lebih menjerumuskan orang kepada kriminalitas (kekerasan, pemerasan, penyiksaan, pencurian, pembunuhan, dll), merusak hidup pribadi (ekstasi, sabu-sabu, ineks, ganja). Sebagai pendidik perlu mengingatkan, adanya pendekatan, memberi kesadaran akan akibat yang terjadi apabila terjerumus didalamnya. Disini dibutuhkan pribadi yang tangguh dalam menghadapi setiap godaan dan tantangan yang menghadang. Kita mengenal akan multi intelligence, yang mencakup intellectual quotient (IQ), Spiritual Quotient, dan Emotional Quotient (EQ). Seseorang dikatakan bermutu dalam hidupnya apabila dapat menyeimbangkan kecerdasan-kecerdasan tersebut di atas (IQ, SQ, dan EQ). Akan menjadi lebih bermutu hidupnya apabila ia juga mempunyai kecerdasan daya juang (AQ). Ditengah menghadapi setiap situasi yang menyulitkan dan menantang, namun ia mampu bertahan dan tidak terperosok ke dalam kesulitan dan tantangan itu. Dapat di jelaskan bahwa Adversity Quotient (AQ) adalah kemampuan manusia untuk bertahan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup (Educare, kecerdasan berjuang, John de Santo, November 2010,hal. 22). Dalam hidup bermasyarakat, dapat dijumpai tipe orang yang mampu bertahan (mental bajah) dalam menghadapi kesulitan dan tantangan, dan tipe yang mudah menyerah. Mampu bertahan dalam arti bahwa ia akan hidup sehat jasmani dan rohani, fisik dan mental. Sedangkan yang mudah menyerah akan mengalami cacat hidup (jasmani dan rohani, fisik dan mental), hidup dalam kubangan masalah, kesenangan sesaat, hidup yang tidak terarah (mudah terpengaruhi), dan hidup dalam tekanan. Pendidikan yang dibangun, mengarah pada mendewasakan seseorang dalam hidup. Dewasa dalam fisik dan mental, serta jasmani dan rohani. Ada kalanya, seseorang yang kelihatan dewasa secara fisik belum tentu mempunyai mental dan spiritual yang dewasa ataupun sebaliknya. Ciri kedewasaan akan terlihat dalam keberlangsungan hidup setiap hari. Bagaimana dapat mentransfer nilai-nilai yang telah diterima dalam hidupnya dan relasi dengan Sang Pencipta serta sesamanya. Diharapkan, baik individu, pengajar, dan lembaga-lembaga pendidikan dapat mewujudkan 9 aspek manusia dewasa yang dicita-citakan pendidikan nasional, yaitu: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.

Dilema situasi pendidikan saat ini. Kebanyakan orang bertanya-tanya dan berharap agar pendidikan lebih jelas arahnya ke depan. Pendidikan yang belum tersentuh dengan kebutuhan zaman dan situasi yang dihadapi. Pendidikan yang lebih menekan satu aspek, dan aspek yang lain terabaikan. Disadari bahwa tujuan utama pendidikan adalah untuk keutuhan hidup manusia, sehingga generasi tidak terbawa arus menuju hidup yang gelap, merusak kepribadian dan citra diri yang sesungguhnya sebagai makhluk yang berakhlak mulia (berakal budi).

Krawang Bekasi

KRAWANG-BEKASI 
Oleh Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi